13 Balasan Bagi Pendusta Dalam Islam

Berbohong adalah salah satu dosa yang seharusnya di hindari. Apapun alasannya, berbohong tidaklah dianjurkan apalagi dalam agama Islam seperti bahaya berbohong dan hukumnya.
ads
Tidak ada pembenaran tentang kebohongan kecuali memang murni untuk menutupi dan merupakan sebuah keharusan dalam kebaikan. Seperti firman Allah SWT :
قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”. [Al A’raf : 33]
1. Azab dan Siksaan Neraka
Jelas bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan di dunia akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat nantinya. Inilah mengapa Nabi Muhammad SAW sangat menghimbau para hamba nya untuk selalu berbuat kebaikan termasuk berkata jujur seperti bahaya dusta dalam islam. Azab yang diberikan pada para pembohong nantinya di neraka tidaklah nikmat. Sabda Nabi Muhammad SAW :
فَانْطَلَقْنَا فَأَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مُسْتَلْقٍ لِقَفَاهُ، وَإِذَا آخَرُ قَائِمٌ عَلَيْهِ بِكَلُّوِبٍ مِنْ حَدِيْدٍ، وَإِذَا هُوَ يَأْتِي أَحَدَ شِقَّيْ وَجْهِهِ فَيُشَرْشِرُ شِدْقَهُ إِلَى قَفَاهُ، وَمِنْخَرَهُ إِلَى قَفَاهُ، وَعَيْنَهُ إِلَى قَفَاهُ. (قَالَ : وَرُبَّمَا قَالَ أبو رَجَاء: فَيَشُقُّ). قَالَ: ثُمَّ يَتَحَوَّلُ إِلَى الْجَانِبِ الآخَرِ فَيَفْعَلُ بِهِ مِثْلَ مَا فَعَلَ بالجَانِبِ الأَوَّلِ، فَمَا يَفْرُغُ مِنْ ذَلِكَ الْجَانِبِ حَتَّى يَصِحَّ ذَلِكَ الْجَانِبُ كَمَا كَانَ، ثُمَّ يَعُوْدُ عَلَيْهِ فَيَفْعَلَ مِثْلَ مَا فَعَلَ الْمَرَّةَ الأُوْلَى. قَالَ: قُلْتُ لَهُمَا : سُبْحَانَ الله، مَا هَذَانِ؟ قَالَ: قَالاَ لِي : اِنْطَلِقْ اِنْطَلِقْ.
“Kemudian kami berangkat lagi mendatangi orang yang terlentang pada tengkuknya. Ternyata ada orang lain yang berdiri di atasnya sambil membawa kait (yang terbuat) dari besi. Tiba-tiba ia datangi sebelah wajah orang yang terlentang itu, lalu ia robek (dengan kait besi tersebut) mulai dari sebelah mulutnya hingga tengkuknya, mulai dari lubang hidungnya hingga tengkuknya, dan mulai dari matanya hingga tengkuknya.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian bersabda: “Selanjutnya orang itu berpindah ke sebelah wajah lainnya dari orang yang terlentang tersebut dan melakukan seperti yang dilakukannya pada sisi wajah yang satunya. Belum selesai ia berbuat terhadap sisi wajah yang lain itu, sisi wajah pertama sudah sehat kembali seperti sedia kala. Maka ia mengulangi perbuatannya, ia lakukan seperti yang dilakukannya pada kali pertama.”
2. Hilangnya Ketenangan Batin
Para pembohong akan selalu dihantui perasaan bersalah dan akan menyebabkan hidup mereka kehilangan cahaya ketenangan dantentunya akan menyebabkan kesuraman. Karena kebohongan akan terus menjadi bayang-bayang jahat yang selalu mengingatkan mereka akan hal salah yang dilakukan dan merugikan orang lain.
3. Tidak Dipercayai
Tidak hanya siksaan di akhirat, di dunia juga penuh akan siksaan bagi para pembohong dan salah satunya adalah tidak lagi mendapatkan kepercayaan khalayak umum. Siapa sih yang ingin mempercayai pembohong? Jawabannya tentu tidak akan ada yang akan mepercayai mereka lagi seperti

Komentar